EPILEPSI PADA ANAK IDAI PDF

Taslim S. Soetomenggolo, SpA K Jakarta 3. Hardiono D. Pusponegoro, SpA K Jakarta 4.

Author:Tojanris Tezragore
Country:Poland
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):6 February 2014
Pages:484
PDF File Size:6.92 Mb
ePub File Size:15.5 Mb
ISBN:277-2-20458-385-1
Downloads:47630
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mujas



Taslim S. Soetomenggolo, SpA K Jakarta 3. Hardiono D. Pusponegoro, SpA K Jakarta 4. Amril A. Burhany, SpA K Jakarta Lazuardi, SpS K Jakarta Huiny Tjokrohusodo, SpA Jakarta Herbowo F. Soetomenggolo, SpA K Jakarta Amanda Soebadi, SpA Jakarta Reggy M. Panggabean, SpS K Bandung Med Bandung Mustarsid, SpA K Solo Fadilah, SpA K Solo Agung Triono, SpA Yogyakarta Erny, SpA K Surabaya Marsintauli, SpA Banjarmasin Dewi Sutriani, SpA Bali Dalam usaha yang dilakukan IDAI untuk mencapai salah satu agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals; SDGs adalah melaksanakan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak.

Upaya tersebut termasuk di antaranya implementasi program seribu hari pertama kehidupan. Apabila terjadi gangguan pada masa seribu hari pertama kehidupan ini akan berdampak pada tumbuh kembang anak yang bersifat jangka panjang. Gangguan yang dapat terjadi adalah kejang yang berlangsung terus- menerus selama periode waktu tertentu.

Status epileptikus merupakan salah satu kegawatdaruratan pada anak yang sering kali kita hadapi dalam praktek sehari-hari. Tenaga kesehatan harus segera sigap untuk melakukan tata laksana secara tepat dan cepat.

Pedoman penatalaksanaan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi teman sejawat dokter spesialis anak maupun dokter umum dalam menghadapi pasien dengan status epileptikus. Oleh karena itu kami menghimbau kepada semua anggota IDAI agar rekomendasi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan ilmu dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak Indonesia agar tumbuh sehat dan optimal.

Selamat bekerja. Aman B. Kejang selalu merupakan peristiwa yang menakutkan bagi orangtua, apalagi jika kejang tersebut baru pertama kali dialami seorang anak. Sebagai dokter kita wajib mengatasi kejang dengan cepat dan tepat. Penanganan status epileptikus sampai saat ini tidak banyak mengalami perubahan. Pada prinsipnya algoritme, pemilihan obat telah disesuaikan dengan bukti ilmiah terbaru. Perubahan algoritma dilakukan karena terdapat permasalahan dilapangan terkait keterbatasan obat maupun kesulitan pemberian obat.

Setiap negara atau setiap institusi pelayanan kesehatan mempunyai rekomendasi tersendiri, hal ini disesuaikan dengan ketersediaan dan juga harga obat. Pedoman praktis penanganan status epileptikus ini ditujukan bagi seluruh teman sejawat, dokter umum, dokter spesialis anak dll, sehingga diharapkan terdapat suatu keseragaman mengenai tatalaksana status epileptikus.

Rekomendasi ini telah disesuaikan dengan evidence based yang ada saat ini. Tentunya perbaikan akan kami lakukan bila di masa mendatang terjadi perubahan literatur. Harapan kami semoga pedoman ini bermanfaat bagi kita semua dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia.

Setyo Handryastuti, DR. Kekurangan definisi menurut ILAE tersebut adalah batasan lama kejang tersebut berlangsung. Oleh sebab itu, sebagian para ahli membuat kesepakatan batasan waktunya adalah selama 30 menit atau lebih.

Pediatr Neurocrit care. Epidemiologi Insidens SE pada anak diperkirakan sekitar 10 — 58 per Status epileptikus lebih sering terjadi pada anak usia muda, terutama usia kurang dari 1 tahun dengan estimasi insidens 1 per bayi. Pediatric neurocritical care. Nishiyama I. Etiologi Secara umum, etiologi SE dibagi menjadi: 1.

Simtomatis: penyebab diketahui a. Akut: infeksi, hipoksia, gangguan glukosa atau keseimbangan elektrolit, trauma kepala, perdarahan, atau stroke.

Kelainan neurologi progresif: tumor otak, kelainan metabolik, otoimun contohnya vaskulitis d. Epilepsi 2. Faktor risiko Berikut adalah beberapa kelompok pasien yang berisiko mengalami status epileptikus: 1. Pasien sakit kritis Pasien yang mengalami ensefalopati hipoksik-iskemik EHI , trauma kepala, infeksi SSP, penyakit kardiovaskular, penyakit jantung bawaan terutama post-operatif , dan ensefalopati hipertensi. Shinnar S. Patofisiologi Status epileptikus terjadi akibat kegagalan mekanisme untuk membatasi penyebaran kejang baik karena aktivitas neurotransmiter eksitasi yang berlebihan dan atau aktivitas neurotransmiter inhibisi yang tidak efektif.

Neurotransmiter eksitasi utama tersebut adalah neurotran dan asetilkolin, sedangkan neurotransmiter inhibisi adalah gamma-aminobutyric acid GABA. Paed Clin North Am.

Pemilihan jenis obat serta dosis anti-konvulsan pada tata laksana SE sangat bervariasi antar institusi. Bila kejang berhenti sebelum obat habis, tidak perlu dihabiskan. Daftar pustaka algoritma tata laksana status epileptikus 1. Status epilepticus and seizures. New York: Demosmedi- cal; Neurological and muscular diorders. Current pediatric: Di- agnosis and treatment. Edisi ke International Edition: McGrawHill; ACT Health. Buccal midazolam for prolonged convulsions: Summary for par- ents.

Hartmann H, Cross JH. Post-neonatal epileptic seizures. Dalam: Kennedy C, penyunting. Principles and practice of child neurology in infancy. Mac Keith Press; Anderson M. Buccal midazolam for pediatric convulsive seizures: efficacy, safe- ty, and patient acceptability.

Patient Preference and Adherence. Komplikasi Komplikasi primer akibat langsung dari status epileptikus Kejang dan status epileptikus menyebabkan kerusakan pada neuron dan memicu reaksi inflamasi, calcium related injury, jejas sitotoksik, perubahan reseptor glutamat dan GABA, serta perubahan lingkungan sel neuron lainnya. Perubahan pada sistem jaringan neuron, keseimbangan metabolik, sistem saraf otonom, serta kejang berulang dapat menyebabkan komplikasi sistemik.

Proses kontraksi dan relaksasi otot yang terjadi pada SE konvulsif dapat menyebabkan kerusakan otot, demam, rabdomiolisis, bahkan gagal ginjal. Selain itu, keadaan hipoksia akan menyebabkan metabolisme anaerob dan memicu asidosis. Kejang juga menyebabkan perubahan fungsi saraf otonom dan fungsi jantung hipertensi, hipotensi, gagal jantung, atau aritmia. Metabolisme otak pun terpengaruh; mulanya terjadi hiperglikemia akibat pelepasan katekolamin, namun menit kemudian kadar glukosa akan turun.

Seiring dengan berlangsungnya kejang, kebutuhan otak akan oksigen tetap tinggi, dan bila tidak terpenuhi akan memperberat kerusakan otak. Edema otak pun dapat terjadi akibat proses inflamasi, peningkatan vaskularitas, atau gangguan sawar darah-otak.

Komplikasi sekunder Komplikasi sekunder akibat pemakaian obat anti-konvulsan adalah depresi napas serta hipotensi, terutama golongan benzodiazepin dan fenobarbital. Efek samping propofol yang harus diwaspadai adalah propofol infusion 6 Rekomendasi Penatalaksanaan Status Epileptikus syndrome yang ditandai dengan rabdomiolisis, hiperkalemia, gagal ginjal, gagal hati, gagal jantung, serta asidosis metabolik.

Pada sebagian anak, asam valproat dapat memicu ensefalopati hepatik dan hiperamonia. Selain efek samping akibat obat antikonvulsan, efek samping terkait perawatan intensif dan imobilisasi seperti emboli paru, trombosis vena dalam, pneumonia, serta gangguan hemodinamik dan pernapasan harus diperhatikan. Kematian tersebut lebih disebabkan oleh komorbiditas atau penyakit yang mendasarinya, bukan akibat langsung dari status epileptikus.

Lancet Neurol. Faktor risiko SE berulang adalah; usia muda, ensefalopati progresif, etiologi simtomatis remote, sindrom epilepsi.

BEHRINGER ULTRAGRAPH PRO FBQ6200 PDF

Epilepsi pada Anak

Seputar Epilepsi Pada Anak Akan tetapi pemberian obat antiepilepsi akan dipertimbangkan jika risiko berulangnya kejang cukup besar yang dapat dilihat dari pemeriksaan EEG yang tidak normal banyak fokus kejang atau anak walaupun baru 1 kali mengalami kejang tapi kejang berlangsung lama lebih dari 30 menit. Q : Keluarga besar saya dan suami tidak ada keturunan epilepsi, mengapa anak saya bisa menderita epilepsi? Pada anak dengan gangguan perkembangan otak, pernah mengalami perdarahan di kepala, riwayat radang otak, radang selaput otak dsb dapat terjadi kerusakan sel-sel saraf di otak. Sel-sel saraf yang rusak itulah yang suatu saat dapat menjadi fokus timbulnya kejang pada epilepsi. Q : Apakah diagnosis epilepsi pada anak saya sudah pasti? Karena dokter mengatakan EEG anak saya normal.

ELECTRONICS INSTRUMENTATION BY H KALSI PDF

Seputar Epilepsi Pada Anak

.

HORMONA GONADOTROPINA CORIONICA HUMANA PDF

.

Related Articles